Entah kenapa aku menjadi begitu melankolis,,
Aku merasa malam adalah tenpat menuang isi hati yang mesra diantara lembar-lembar kertas putih dan pena.
Semua terasa damai ketika sunyi dan kebisuan mengiringi tarian jemari mengukir kata menerjemahkan isi hati.
Tentang ilalang dan hembusan angin yang bersatu menciptakan susunan-susunan irama penuntun jiwa menuju kedamaian pada langit yang penuh kasih.
Sebaris sajakku, seulas senyum sang bulan yang menjadikan bintang-bintang bertepuk tangan.
Masihkah koma atau sudah menjadi titik???
Entah lah yang pasti aku akan terus melanjutkan ukiran karya hati ini dalam balutan hati sampai lelap abadi merebahkan ragaku di antara gundukan tanah basahan dan tugu yang bertuliskan namaku...
MADAH MADAHKU..
PETUNJUK ILLAHI Dengan Semangat Tinggi Jalanilah Hidup Ini. Dengan Pedoman Pada Petunjuk Illahi. Hidup Mati Siapa yang Akan Mengerti. Jodoh Rejeki di Tangan Yang Maha Tinggi. Manusia Hanya Berusaha Mencapai Idaman Hati. Segalanya di Tangan Yang Maha Suci. Dengarlah Apa Kata Hati Menurut Petunjuk Illahi. Hari Demi Hari Jalanilah dengan Penuh Percaya Diri Semoga Tuhan Yang Suci selalu Meridhoi Jalan yang Kau Tempuh Selama Ini Petunjuk Illahi Kunci Mencari Jati Diri. Yang Selama Ini Tak Pernah Kau Temui Walaupun Kau Cari Sampai ke Relung Hati Semangat Hidup Memang Perlu Dibekali Dengan Petunjuk Illahi yang Suci Murni Tiada Apapun yang dapat Mengalahkan Ini Jangan Kau Lepas dari Lubuk Hati

No comments:
Post a Comment